Assalamu'alikum, hello ... NFM biasa dipanggil fida. Seorang perempuan yang baru saja mulai menyukai hidupnya, sangat takut kehilangan sahabatnya, ingin punya banyak teman. Hobi membaca, mengarang, menggambar, kadang juga dengerin musik. Tapi, kalau musik lebih suka yang accoustic B). Thank's ~
| |
Short Story: Be Patient
Posted on Sunday, January 22, 2012
![]() Hhhh .... Hhhh .. ... Aku terus mendesah sambil terus menandai beberapa bacaan penting dibuku IPSku, sehingga buku yang tadinya di penuhi tulisan yang berlatarkan warna putih kini berlatarkan warna pink cerah akibat stabilo pinkku itu. Sore ini aku harus belajar karena besok aku akan ulangan IPS. sreeet ... Pembangunan dapat dikatakan berhasil jika memenuhi beberapa kondisi, antara lain, dapat menyejahterakan kehidupan masyarakat, memiliki fungsi dan ... Dengan malas aku terus menandai bacaan-bacaan yang menurutku penting. Hhh ... aku meraba-raba tasku berharap menemukan suatu benda tipis yang aku cari. Ku aduk-aduk tas itu, dan akupun menemukan apa yang aku cari. Ku buka kertas itu dan membaca ulang isinya; Dear, Keisha ... Maafkan karena aku harus pergi, mungkin karena kepergianku ini kita akan sulit untuk bertemu lagi. Sekali lagi tolong maafkanlah aku karena aku pergi tanpa berpamitan dengan dirimu. Aku pergi ke Swiss karena harus menemani Ibuku untuk merawat nenekku yang sedang sakit di sana. Aku tinggal di sana untuk beberapa tahun dan aku yakin itu akan sangat lama. Jadi, kemungkinan besar kita tak dapat bertemu lagi. Aku harap, walaupun kita berbeda tempat .. persahabatan kita akan tetap terajut seperti dulu. Aku yakin kita masih punya kesempatan untuk bertemu lagi, tapi, itu bukan sekarang, nanti ... tunggu lah ... Miss ya .. Lylian Shaul... Bayangkan ... aku baru mendapat surat ini tiga hari yang lalu, padahal Lylian pergi sejak seminggu yang lalu! keterlambatan surat ini sampai pada genggamanku semakin membuatku kecewa. Aku terdiam sambil melihat sekitar kamarku yang dikelilingi oleh warna pink cerah, dan .. tak terasa aku telah terbawa oleh lamunanku. ------------------------ Seketika aku kembali teringat saat-saat aku pertama kali mengenal sosok anggun Lylian ... Waktu itu, aku masih duduk di kelas 4 sd. Aku murid baru di sekolah itu, saat aku masuk kelas, ternyata sudah tak ada bangku, ada satu bangku yang tersisa, namun kursi itu sudah rusak. Dengan perlahan, Lylian mendekatiku yang sedang memasang tampang bingung. "hai, namaku Lylian. Yuk, ikut denganku, biar aku bantu cari kursi untukmu"sapanya lembut. "aku Keisha" aku hanya mampu tersenyum simpul melihat wajahnya yang anggun itu. Setelah izin pada guru yang sedang mengajar saat itu, Lylian segera mengajakku ke sebuah ruangan yang amat gelap dan lembap. Aku langsung menangkap kalau ruangan ini adalah gudang sekolah. Dia menyuruhku agar tetap berdiri di ambang pintu dan berkata. "Key, tunggu di sini dulu ya, biar baju barunya tidak kotor" ucapnya kemudian menghilang dari hadapanku. Aku hanya menatapnya dengan penuh harapan agar dia berhasil mendapatkan kursi. Setelah menunggu selama 3 menit, diapun datang dengan sebuah kursi dipunggungnya. Saat itu hanya satu yang ada pada pikiranku. Dia sangat hebat ... Saat pulang sekolah dia sempat membisikkan sesuatu ke telingaku. "aku mau jadi sahabatmu, aku tunggu jawabannya besok ya .. !" itu yang dia bilang, lalu berlari ke gerbang sekolah dan menghampiri seorang Ibu yang sudah datang menjemputnya. Dan sejak saat itulah aku menganggap kalau kami sudah bersahabat .... ------------------------ 2 tahun kemudian ... Sore itu hujan turun dengan sangat lebat ... padahal aku mau pulang, hari ini ada pelajaran tambahan yang membuat aku pulang sore. Kulihat kiri-kanan, sudah tak ada orang-orang di sekolah. Aku pun berfikir sejenak ... Yup, aku tadi bawa sweater ke sekolah karena ingat kalau akhir-akhir ini hujan sering turun. Aku pun melindungi diriku dengan sweater itu, aku sadar walaupun aku ada sweater, tetap saja aku kehujanan .. aku berlari sekencang-kencangnya. Namun, hp ku berbunyi, aku mencari tempat untuk berteduh, aku melihat ada warung kecil didekat gerbang sekolah, tanpa ba-bi-bu aku langsung berlari ke sana. "halo? bunda ada apa ?" "kenapa kamu belum pulang?" "tadi ada pelajaran tambahan, bu. Sekarang aku menuju ke rumah" "lha, jadi, sekarang kamu hujan-hujanan?" "iya, sudah dulu ya, bu." "ya .. ya .. ya ..." Hhh .. ternyata hanya Ibu, aku melanjutkan perjalananku untuk pulang, aku berniat ingin berlari lagi tapi, aku sudah tak kuat lagi. Jadi, aku hanya berjalan. Namun, .. Tiba-tiba hujan redah, Ouh, aku salah .. hujan masih berlajut. Ternyata ada seseorang yang memayungiku dari belakang dan berkata. "Tadi, aku mencarimu di kelas. Eh, kamunya gak ada. Terus, aku keliling sekolah dan ternyata kamunya ada di sini ..." katanya lembut Oh, aku sangat familier dengan suara indah ini. Ta .. tapi, apa mungkin? perlahan lahan aku membalikkan kepalaku ke belakang dan ternyata benar dugaanku. "Ly ... Lylian?" "Ya, ya .. ini aku Key" ucapnya sambil memelukku erat. "Kenapa bisa?" "Nenekku sudah sembuh akibat pertolongan seorang dermawan yang baik, ternyata dia teman saudara dari nenekku, itu yang menyebabkan semuanya cepat selesai" ucapnya lembut sambil tersenyum dengan senyuman khasnya. "Baguslah, kalau begitu. Yuk, kita ke rumahku. Mungkin Ibuku akan membuatkan kita cokelat hangat" ucapku bersemangat sambil terus memegang tangannya seakan tak ingin kehilangan lagi. Sesampainya di rumah, Ibu segera menyambutku dengan handuk ditangannya, kemudian membuatkan kami berdua cokelat hangat yang lezat ditemani oleh beberapa kue kering oleh-oleh dari Lylian. Saat itu, aku bercerita bagaimana kami berdua bisa bertemua saat hujan lebat sedang berlangsung. Lylian juga tak mau kalah, dia banyak bercerita kepada kami tentang kehidupannya selama di Swiss. Ternyata, di sana Lylian masih sempat bersekolah diwaktu sibuknya ia mengurus neneknya yang sakit. Lylian disekolahkan oleh teman saudara dari neneknya. Dia orang yang sangat baik sampai mau membiayai semua yang dia, Ibu, dan Neneknya perlukan. Yang penting kami sudah dapat bertemu lagi, sebagaimana yang Lylian tuliskan di suratnya saat itu; Aku yakin kita masih punya kesempatan untuk bertemu lagi, tapi, itu bukan sekarang, nanti ... tunggu lah ... ------The end ------ Labels: short story | |