Assalamu'alikum, hello ... NFM biasa dipanggil fida. Seorang perempuan yang baru saja mulai menyukai hidupnya, sangat takut kehilangan sahabatnya, ingin punya banyak teman. Hobi membaca, mengarang, menggambar, kadang juga dengerin musik. Tapi, kalau musik lebih suka yang accoustic B). Thank's ~
| |
Short Story : Sinopsis hidup Audy
Posted on Saturday, January 7, 2012
Assalamu'alaikum ...Okay cerita lagi .... ![]() ![]() Sore itu, langit sedang asyik bercengkrama dengan penghuni langit lainnya. Mereka sedang asyik tertawa bersama sehingga mereka tak dapat mengontrol petir-petir mereka, sehingga fenomena alam yang sering kita temui itupun terjadi. Hujan. Hujan pun turun pada saat itu juga, tetesan air pun berjatuhan dan membentuk beberapa lingkaran pada beberapa genangan air di jalan-jalan. Dan pada sore itu juga ada seorang gadis berumur 12 tahun sedang mengurung diri di dalam kamarnya yang luas, dia terus memeluk erat guling birunya sambil terus menangis. Dia menangis bukan karena sesuatu yang muluk-muluk, dia menangis karena sekolahnya yang sekarang. Sekolahnya yang sekarang sangat tak cocok dengan kepribadiannya yang selalu rapi dan update. Dia juga tak cocok dengan anak anak teman sekelasnya yang selalu heboh dadakan, mungkin lebih tepatnya mereka itu abstrak atau apalah. Dia sendiri tak pernah mengerti kenapa kedua orangtuanya memasukkan dirinya ke sekolah itu. Menurutnya, sekolah itu sangat buruk untuk dikatakan sebuah sekolah. Bangunannya bertingkat dan bercat hijau cerah, lapangan basketnya tak terawat, guru-gurunya tak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan oleh murid-muridnya, buku-buku di perpustakaannya tak terawat, dan yang terakhir murid-muridnya yang abstrak. Ibu pernah berkata kepadanya kalau dia dapat mengubah sekolahnya itu menjadi sekolah yang lebih baik jika ia mau melakukannya. Hhhh ... semua itu gampang dikatakan namun sulit untuk diwujudkan menjadi kenyataan dan yang jelasnya itu semua perlu sebuah usaha yang besar. ![]() Perkenalkan, namanya Audy Novianti. Sore itu dia terus menangis sambil memeluk gulingnya, orangtuanya sedang pergi ke luar kota sehingga yang ada di rumah hanya dia dan Pembantunya. Kini guling yang peluk menjadi basah karena air matanya yang terus keluar. Hujan pun perlahan-lahan mulai berhenti dan garis warna-warni itu pun mulai terlihat, Audy bangkit dari tempat tidurnya dan perlahan beralan menuju jendela kamarnya dan melihat garis warna-warni itu. Cantik. itu kata yang tepat untuk pelangi pada sore itu. Ia pergi ke wastafel untuk mencuci wajahnya yang basah kerena air mata, kemudian ia kembali ke tempat tidurnya. Tanpa sadar, dirinya sudah masuk ke dalam alam mimpi. Aku sendiri tak tahu apa yang ia sedang mimpikan saat itu, aku hanya berharap kalau dia mendapat sebuah mimpi yang indah. ![]() Setelah selesai, iapun segera turun untuk sarapan bersama di meja makan. Dia jarang sekali sarapan pagi bersama, dan itu hanya karena sebuah alasan yaitu, malas ke sekolah. "Audy, kamu kenapa ? gak biasanya kamu semangat ke sekolah ?" tanya Ayah pada sarapan pagi itu. "Ngngng .. nggak kok yah, lagi mau aja, hehe .." ujarnya sambil mengolesi rotinya dengan selai strawberry kesukaannya. "Oh, baguslah kalau kamu mulai suka dengan sekolahmu itu" ujar ibu sambil membuatkan susu cokelat untuk Audy. Selesai sarapan, Ayah segera mengantarkannya menuju sekolahnya itu. Dalam perjalan ia terus menatap keluar jendela sambil tersenyum. Semoga ini dapat terus berlajut untuk selamanya ... === The End === Labels: short story | |