Assalamu'alikum, hello ... NFM biasa dipanggil fida. Seorang perempuan yang baru saja mulai menyukai hidupnya, sangat takut kehilangan sahabatnya, ingin punya banyak teman. Hobi membaca, mengarang, menggambar, kadang juga dengerin musik. Tapi, kalau musik lebih suka yang accoustic B). Thank's ~
| |
Short Story: Life and Mom
Posted on Saturday, February 4, 2012
![]() Pada siang itu, matahari bersinar amat terang, sehingga membuat kami yang melirik ke arahnya dengan refleks menyipitkan mata. Semua murid Ingfran Junior High School mulai berhamburan keluar dari gerbang sekolah sambil menunggu penjemput mereka atau menunggu angkutan umum. Sementara itu tiga orang siswi yang tercantik, tersombong, terkaya, dan semua yang ter- sedang asyik duduk di taman sekolah sambil membicarakan sesuatu dengan menyeruput segelas jus yang mereka beli di kantin sekolah. “Girls, bagaimana kalau sebentar pas pulang sekolah kita pergi shopping ke mall, kalian mau nggak?”kata Raisya sambil memulai pembicaraan. “Ngngng .. boleh … tapi, aku pulang dulu ya. Kan mau ganti baju dulu”jawab Tiara menyetujui usulan Raisya. “Boleh juga, kita ketemuan di kafe saja. Bagaimana kalau di kafe Juliette? Cake-cake di sana enak dan berkelas atas, minuman-minuman di sana juga berkelas atas, biji kopinya langsung di impor dari luar negeri. Bagaimana? Kalian mau nggak?” sahut Winda bersemangat. “Boleh, sekalian bias jadi pengalaman, kalau aku seringnya di Sour Selly. Yoghurt di sana enak-enak”ucap Tiara sambil memainkan BlackBerry miliknya. “Oh, oke .. sampai dirumah nanti, kalian mandi, ganti baju, terus berangkat ya! Kira-kira jam setengah tiga lebih kita sudah kumpul, kalau nggak ya .. kalian cari sendiri kita ada dimana. Hehe ….”jelas Raisya. “Aku pulang duluan ya, supirku sudah datang” Satu-persatu dari mereka pergi meninggalkan taman sekolah. Mereka bertiga sangat amat dikenal dengan kesombongannya akan kecantikan dan kekayaan mereka. Mereka lebih sombong terhadap adik kelas dan anak-anak yang seumuran dengan mereka bertiga. Tapi, kalau berhadapan sama guru dan kakak kelas, duh … carpernya minta ampun! Mereka selalu baik dengan guru dan kakak kelas. Namun, biar begitu, tetap saja banyak guru dan kakak kelas yang nggak suka dengan sifat mereka bertiga itu. ~*~ Brukk … Tiara melempar tas sekolahnya ke atas sofa yang ada di ruang keluarga. Dia tak memperhatikan sekitarnya, matanya hanya terus menatap layar BlackBerry-nya Setelah selesai mengganti pakaiannya, Tiara langsung berlari menuju pagar rumahnya karena takut ditinggalkan oleh teman-temannya. Namun .. "Ara ... kamu mau kemana? belum makan kok, sudah mau pergi ! Ini, ibu buatkan makanan kesukaan mu" sahut Ibu Tiara yang sedang menyiapkan makan siang untuk anaknya. "Duh, bu ... Tiara gak ada waktu! lagian Tiara juga mau pergi makan kok, Bu, aku perginya sama teman. Kalau mau, Ibu saja yang makan" "Tapi, Ibu kira kamu suka makanan ini. Kamu makan saja dulu, teman kamu pasti nungguin !" "Ibuuu .. kalau Ara sudah bilang nggak, ya nggak! masa' Ibu nggak tau sifat teman ku itu. Mereka nggak suka menunggu!" "Tapi, nak ..." "nggak ada tapi, tapian ..." Ujarnya sambil berlari keluar rumah dan segera menaiki motornya. ~*~ Tiara akhirnya sampai di depan Juliette Cafe, di sana sudah ada Raisya yang sedang menunggu teman-temannya. Ternyata Winda belum datang dan segera saja dia menghampiri Raisya. "Hai, Sya ..." sapanya "Oh, hai juga ra .." "Eh, gimana kalau kita nunggu Winda di dalam saja ?" "Ide yang bagus, yuk" Mereka berdua pun masuk kedalam cafe dan memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan. Selang beberapa menit kemudian Windapun datang .. "Hai Win, kenapa terlambat?"tanya Raisya "Aku makan siang dulu, aku dimarahin mama keluar kalau nggak makan siang di rumah dulu, hehe"Jawabnya sambil tertawa kecil. "Oh ... nggak pesan?"tanya Tiara "Aku cuma mau cake dan segelas minuman"ujarnya tersenyum. Kini, Tiara hanya terdiam mendengar kata-kata Wnida. Dia merasa bersalah kepada Ibunya atas kejadian tadi. Setelah makanannya habis, Tiara minta izin pada temannya karena ia ingin pulang duluan. Di perjalanannya pulang menuju ke rumah, ia hanya terus memikirkan Ibunya dan kejadian tadi siang. Sungguh .. dia merasa sangat bersalah. Diapun sampai di rumah, ia mendapati ibunya berada di ruang makan. Belia sedang duduk, sedangkan kepalanya berada di atas meja. Hmhh ... mungkin Ibu sedang tertidur, tapi, kenapa Ibu tidur di sini ? pikirnya dalam hati. Dia mengelus-elus rambut ibunya sambil sedikit menggerakan tubuhnya agar ia terbagun. Namun, Ibunya tak kunjung terbangun, pikirannya sudah mulai melayang kemana-mana. "Jangan jangan ... Oh, ya Allah ... jangan saat ini ... Ibu .. Ibuuu ... huhuhu ... Ibuuuuu, Tiara minta maaf, Bu ... Tiara menyesal ngelakuin ini sama Ibu ......." === The End === Janganlah kalian berbuat kasar pada orangtua mu, sekalipun hanya berkata 'Ah ..' Labels: get a life, short story | |